logo




Blogs Details

blog-details

Dewasa dalam memilih manajer investasi

 

Sebelum menentukan mana yang akan kita pilih, banyak hal yang harus

dipertimbangkan dengan baik. Seorang calon investor yang baru terjun untuk memilih manajer investasi yang cocok ibarat seorang puteri yang sedang memilih “jodoh sejati” diantara sekian banyak pangeran yang datang untuk melamar.

 Berikut hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi di reksadana:

Yang pertama

Pertimbangkan kemungkinan kontrol lebih aktif dari investor terhadap reksadana. Maksudnya, kita jangan kebanyakan nunggu bola tapi jemput bola juga guysss! Kebanyakan investor berinvestasi reksadana secara pasif, yang dimana kita hanya tinggal menyerahkan seluruh kendali kepada manajer investasi. Terkadang ada dari manajer investasi yang tidak memberitahukan strategi yang digunakan. Padahal investor berhak menanyakan strategi alokasi instrument investasi suatu reksadana oleh manajer investasi.

Yang kedua

Soal reputasi dan integritas perusahaan reksadana. Jangan tergiur dengan adanya brosur, yang tercetak pada brosur hanyalah reputasi yang baik yang memang mengandung unsur kebenaran, tetapi tidak memberikan gambaran keseluruhan. Dalam brosur hanya tercantum hal-hal yang baiknya saja. Jangan menganggap prestasi itu sebagai jaminan kalian memilih manajer investasi. Alangkah lebih baik kalian lebih mendalami tentang laporan keuangan dan rekam jejak yang sudah pernah dilakukan perusahaan reksadana tersebut.

Reputasi dan integritas perusahaan reksadana yang perlu dicermati antara lain meliputi pengalaman keuntungannya dimasa lalu siapa saja pemiliknya, siapa pengelolanya, serta kualitas manajemennya juga harus kalian pertimbangkan. Kalau perlu selidiki juga apakah pengelola pernah melakukan pelanggaran?

Tapi tenang, ada manajer investasi yang sudah berdiri cukup lama yaitu HP Asset Management (HPAM). Diawal tahun 2020 ini HPAM meluncurkan produk reksadana mereka dengan nama MyHero. Jadi soal reputasi dan integritas sudah aman kalau pilih HPAM.

Yang ketiga

 Pemilihan waktu yang tepat (timing) pun jangan dilupakan. Saat masuk yang tepat merupakan setengah dari keberhasilan kalian. Investor sejati akan meraih keuntungan pada saat membeli aset, bukan ketika menjual investasinya. Misalnya, sedang ada berita bahwa bursa saham diprediksi akan mengalami booming atau kenaikan beberapa waktu kedepan, tetapi keuangan lagi tidak memungkinkan. Pada situasi seperti ini, buatlah perhitungan yang benar-benar cermat agar tidak salah melangkah. Begitu pula sebaliknya, mungkin sedang berlimpah uang yang siap untuk diinvestasikan, tapi situasi pasar sedang lemah.